Selasa, 24 Maret 2009

Energi Pelukan

Energi Pelukan
Oleh Azimah Rahayu
Suatu hari di gua Hira, Muhammad SAW tengah ber'uzlah, beribadah kepada Rabbnya. Telah sekian hari ia lalui dalam rintihan, dalam doa, dalam puja dan harap pada Dia Yang Menciptanya. Tiba-tiba muncullah sesosok makhluk dalam ujud sesosok laki-laki. "Iqra!" katanya.

Muhammad SAW menjawab, "Aku tidak dapat membaca!" Laki-laki itu merengkuh Muhammad ke dalam pelukannya, kemudian mengulang kembali perintah "Iqra!" Muhammad memberikan jawaban yang sama dan peristiwa serupa pun terulang hingga tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat membaca kata-kata yang diajarkan lelaki itu. Di kemudian hari, kata-kata itu menjadi wahyu pertama yang yang diturunkan Allah kepada Muhammad melalui Jibril, sang makhluk bersosok laki-laki yang menemui Muhammad di gua Hira.

Sepulang dari gua Hira, Muhammad mencari Khadijah isterinya dan berkata, "Selimuti aku, selimuti aku!". Ia gemetar ketakutan, dan saat itu, yang paling diinginkannya hanya satu, kehangatan, ketenangan dan kepercayaan dari orang yang dicintainya. Belahan jiwanya. Isterinya. Maka Khadijah pun menyelimutinya, memeluknya dan mendengarkan curahan hatinya. Kemudian ia menenangkannya dan meyakinkannya bahwa apa yang dialami Muhammad bukanlah sesuatu yang menakutkan, namun amanah yang akan sanggup ia jalankan.

***

Suatu hari dalam sebuah pelatihan manajemen kepribadian. Para instruktur yang jugapara psikolog tengah mengajarkan berbagai terapi penyembuhan permasalahan kejiwaan. Dari semua terapi yang diberikan, selalu diakhiri dengan pelukan, baik antar sesama peserta maupun oleh instrukturnya.

Namun demikian, mereka mempersilakan peserta yang tidak bersedia melakukan pelukan dengan lawan jenis untuk memilih partner pelukannya dengan yang sejenis. Yang penting tetap berupa terapi pelukan. Menurut mereka, pelukan adalah sebuah terapi paling mujarab hampir dari semua penyakit kejiwaan dan emosi. Pelukan akan memberikan perasaan nyaman dan aman bagi pelakunya.

Pelukan akan menyalurkan energi ketenangan dan kedamaian dari yang memeluk kepada yang dipeluk. Pelukan akan mengendorkan urat syaraf yang tegang. Saya yang saat itu menjadi salah satu peserta, memilih menggunakan pilihan kedua ini. Pelatihan itu, di kemudian hari memberikan perubahan besar dalam stabilitas emosi dan kejiwaan saya.

***

Apa yang saya inginkan pertama kali ketika saya sedang bersedih, marah atau apapun yang secara emosi mengguncang perasaan saya? Dipeluk suami. Pelukan itu akan menenangkan saya, membuat saya nyaman dan tenang kembali. Apa yang kami berdua lakukan setelah berantem? Saling memeluk.

Pelukan itu akan menurunkan tensi emosi di antara kami. Pelukan itu akan merekatkan kembali ikatan cinta di antara kami setelah luka dan kecewa yang sempat tertoreh. Pelukan itu, akan membuat kehidupan rumah tangga kami menjadi makin mesra. Segala sedih, segala marah, segala kecewa, dan segala beban hilang oleh kehangatan pelukan.

Pelukan itu, kemudian tidak hanya berlaku ketika saya terguncang secara emosi. Setelah setahun lebih kami menikah, pelukan telah menjadi satu kebiasaan dalam hari-hari kami. Hal pertama yang saya lakukan ketika tiba di rumah sepulang dari kantor atau dari bepergian adalah memeluk suami. Memeluknya erat-erat. Itu saja. Tak Lebih. Hal pertama yang saya inginkan ketika saya bangun dari tidur adalah memeluk dan dipeluk suami saya. Memeluknya kuat-kuat. Itu saja.

Bukan yang lainnya. Jika kami bangun pada jeda waktu yang tak sama, maka 'utang' kebiasaan itu dilakukan setelah shalat lail atau shalat subuh. Jika kami tidur di kamar yang berbeda, biasanya jelang subuh atau habis shubuh, salah satu dari kami akan menyusul yang lainnya. Hanya untuk satu hal saja: memeluk dan dipeluk.

Saat malam menjelang tidur, kami terbiasa tiduran dan saling memeluk, berlama-lama sambil berbincang tentang aktifitas kami seharian. Ada kata-kata yang minimal tiga kali sehari saya ucapkan kepada suami saya, "I Love U" dan "Minta peluk!" Rasanya ada yang kurang jika kekurangan pelukan dalam sehari. Pelukan memberiku rasa aman dan nyaman. Pelukan, saya rasakan memberikan kehangatan yang tak tergantikan oleh apapun.

****

Berdasarkan hasil penelitian, kita butuh empat kali pelukan per hari untuk bertahan hidup, delapan supaya tetap sehat, dan dua belas kali untuk pertumbuhan. Jika ingin terus tumbuh, kita butuh dua belas pelukan per hari. Pelukan berkhasiat menyehatkan tubuh. Pelukan merangsang kekebalan tubuh kita. Pelukan membuat kita merasa istimewa. Pelukan memanjakan sifat kekanak-kanakan yang ada dalam diri kita. Pelukan membuat kita lebih merasa akrab dengan keluarga dan teman-teman.

Riset membuktikan bahwa pelukan dapat menyembuhkan masalah fisik dan emosional yang dihadapi manusia di zaman serba stainless steel dan wireless ini. Bukan hanya itu saja, para ahli mengemukakan bahwa pelukan bisa membuat kita panjang umur, melindungi dari penyakit, mengatasi stress dan depresi, mempererat hubungan keluarga dan membantu tidur nyenyak. (The Aladdin Factor, Jack Canfield & Mark Victor Hansen.")

Helen Colton, penulis buku The Joy of Touching juga menemukan bahwa ketika seseorang disentuh, hemoglobin dalam darah meningkat hingga suplai oksigen ke jantung dan otak lebih lancar, badan menjadi lebih sehat dan mempercepat proses penyembuhan. Maka bisa dikatakan bahwa pelukan bisa menyembuhkan penyakit "hati" dan merangsang hasrat hidup seseorang.

Berdasarkan hasil penelitian yang dikeluarkan oleh jurnal Psychosomatic Medicine, pelukan hangat dapat melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian. Hormon tersebut akan menekan hormon penyebab stres yang awalnya mendekam di tubuh.

Hasil hasil penelitian tersebut, memberikan keterangan ilmiah atas kecenderungan dalam diri setiap manusia untuk mendapatkan ketenangan dan kehangatan melalui pelukan. Penelitan tersebut memberikan fakta ilmiah atas besarnya energi yang dapat disalurkan melalui pelukan.

Sayangnya, banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di dalamnya pelukan adalah sesuatu yang tidak lazim, dan kita mungkin merasa tidak nyaman minta dipeluk dan memeluk. Kita mungkin pernah digoda sebagai "si anak manja" jika sering memeluk atau dipeluk Ayah, Ibu atau saudara kandung kita. Dan jadilah kita atau remaja-remaja kita saat ini, tumbuh dengan kekurangan energi pelukan.

Bisa jadi, kekurangan energi pelukan ini adalah termasuk salah satu faktor yang menyebabkan maraknya kasus ketidakstabilan emosi manusia seperti yang terjadi belakangan ini: tingginya angka kriminalitas dan narkoba pada golongan anak dan remaja, kesurupan di berbagai sekolah dan sebagainya.

Dan bisa jadi, sesungguhnya solusi untuk mengurangi berbagai permasalahan itu sebenarnya sederhana saja: Pemberian pelukan kasih sayang yang banyak kepada anak-anak dari orang tuanya. Bukankah Rasulullah sangat gemar memeluk isteri, anak, cucu, dan bahkan anak-anak kecil di lingkungannya dengan pelukan kasih sayang? Bahkan pernah ada satu kisah ketika Rasulullah mencium dan memeluk cucunya, seorang sahabat menyatakan bahwa hingga ia punya 10 orang anak, tak satu pun yang pernah ia curahi dengan peluk cium.

Rasulullah saat itu berkomentar, "Sungguh orang yang tidak mau menyayang (sesamanya), maka dia tidak akan disayang." (riwayat Al-Bukhari)

Rasanya, sudah sangat cukup alasan bagi saya, untuk mencurahi anak saya nanti dengan pelukan kasih sayang. Insya Allah!._,___

10 Situasi Yang Membangkitkan Gairah Istri

Bila istri sering mengatakan "Duh, saya sedang enggak mood", Anda tidak sendirian. Banyak pria yang mengeluh, pasangan mereka tidak ingin melakukan hubungan intim sesering yang mereka inginkan.
Keinginan istri untuk melakukan hubungan intim dipengaruhi banyak sebab. Banyak pikiran, atau kondisi fisik yang tidak fit termasuk beberapa hal yang mempengaruhi. Untuk para suami ada baiknya memperhatikan saat-saat apa saja yang pas agar ajakan bercinta tidak ditolak mentah-mentah oleh istri.

1. Sesudah bertengkar
Mitos yang mengatakan bahwa selesaikan dengan seks, ternyata ada benarnya juga. Percekcokan antara Anda dan pasangan cenderung membuat tekanan darah naik dan jantung berdetak keras. Dan begitu permasalahan dapat diselesaikan, tidak ada yang lebih tepat daripada membawa pasangan ke kamar tidur, menciumnya dengan penuh gairah, dan melanjutkannya dengan berhubungan seks. Pasangan tidak perlu khawatir dan ragu-ragu walaupun telah membuat sangat marah dan menangis. Tenangkan dirinya, hapus air matanya, dan lakukanlah hubungan intim.

2. Saat bahagia
Sama halnya dengan kemarahan dan kesedihan, rasa bahagia yang berlebihan juga dapat mempengaruhi suasana hati seorang wanita. Jadi pada saat dia mendapatkan pekerjaan baru, mengetahui bahwa dia hamil atau pada waktu mengalami suatu kejadian yang membuat hatinya sangat gembira, itulah saatnya untuk menyalurkan seluruh energy positif ke dalam hubungan seks yang hebat.

3. Sedang stres
Pada saat sedang stres, libido seorang wanita meningkat. Bila Anda memperhatikan bahwa pasangan sedang mengalami stres, ketahuilah bahwa dia akan menghargai bila Anda menawarkan padanya untuk mengendurkan stres yang sedang dialaminya dengan berintim-intim.

4. Perasaan cemburu
Yang dimaksud di sini bukanlah cemburu yang disebabkan oleh kejiwaan, melainkan cemburu kecil-kecilan seperti misalnya pada saat suami bertabrakan dengan tidak sengaja dengan seorang wanita cantik, atau pada saat pasangan terpaku menonton film yang dibintangi oleh artis favorit. Jangan biarkan perasaan cemburunya berkembang terlalu jauh karena hal tersebut akan sangat menyakiti hatinya.

5. Hari ke 14 sesudah menstruasi
Seorang wanita akan sangat bergairah pada masa ovulasi dan biasanya dua minggu sesudah hari terakhir menstruasinya.

6. Suasana romantis
Putar lagu yang romantis, ajak dia berdansa, beri dia sedikit minuman. Yakinlah, dia akan bergairah.

7. Film romantis
Kebanyakan wanita akan terbawa perasaannya dan gairahnya akan meningkat bila menonton film-film romantis seperti misalnya film Titanic yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio.

8. Cinta jarak jauh
Hubungan jarak jauh memiliki potensi yang hebat dalam kehidupan seks Anda karena jarak jauh untuk beberapa lama akan membuat rasa rindunya kepada Anda sehingga rasa rindu akan terlepas dahsyat pada saat bertemu kembali.

9. Puasa
Semakin lama seorang wanita tidak melakukan hubungan seks, semakin tinggi gairah seksnya.

10. Sesuatu yang baru
Gunakan kreativitas Anda, lakukan hubungan seks lain dari yang biasa Anda berdua lakukan. Seks kilat di pagi hari atau seks di dapur, di bath tub, atau bahkan di dalam mobil, akan sangat menggairahkannya.

TIPS AMPUH
Beberapa tips yang dapat membantu para wanita yang tetap berminat dalam menghidupkan dan memperbaiki gairah seksnya.

- Nyaman dengan diri sendiri
Perasaan nyaman pada diri sendiri perlu ditingkatkan pada wanita mendekati 30 tahunan. Melahirkan anak membuat wanita merasa tubuhnya berubah. Untuk sebagian wanita perasaan ini terbawa dan mengubah pandangan mereka secara permanen dalam bagaimana mereka melihat diri mereka.

- Minta bantuan
Bila Anda terlalu lelah, maka seks sudah jadi tak menarik lagi. Minta pasangan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Bila ia tahu bahwa dampaknya berarti Anda akan bersedia melakukan hubungan seks, mereka pasti akan membantu dengan senang hati.

- Variasi
Kejutan diperlukan untuk menghidupkan kembali gairah Anda. Menginap di hotel dan melupakan rutinitas sehari-hari akan sangat membantu. Melakukannya di tempat berbeda, atau mencoba posisi baru bisa dicoba. Pemanasan merupakan kunci bagi mereka yang memiliki gairah seks yang rendah.

- Sentuhan fisik
Dengan sentuhan, wanita jadi percaya diri sehingga merasa nyaman untuk berdekatan dengan pasangannya. Selain itu, sentuhan fisik melepaskan hormon yang meningkatkan libido.

Bila sesudah mencoba berbagai hal gairah seks Anda tetap rendah, Anda dapat mencoba taktik berikut ini:
Pertama, bila sebelumnya gairah Anda normal-normal saja, cari tahu apa penyebabnya. Bicarakan dengan pasangan. Tetapi hati-hati, jangan menyalahkan. Anda harus ingat bahwa tujuannya adalah bahwa Anda hanya ingin memperbaiki bukan untuk menyalahkan.

Kedua, konsultasikan dengan dokter Anda. Penyebabnya bisa jadi bersifat hormonal. Kadang-kadang masalah dengan tiroid dapat mempengaruhi gairah seks. Minta saran dari dokter Anda mengenai pil KB apa yang sebaiknya Anda minum. Ada dokter yang beranggapan bahwa hormon pada KB dapat menurunkan gairah seks.

Sumber: Nova

Senin, 23 Maret 2009

Pemimpin: Bersedia, Siap, Kerjakan!

Pemimpin: Bersedia, Siap, Kerjakan!
Tidak ada yang berarti bagi sukses kepemimpinan kecuali mendengarkan dengan baik apa yang diinginkan khalayak.
Seorang pemimpin memiliki visi yang dibangun bukan semata atas apa yang dilihat, dianggapnya perlu, dan dapat dimasukkan dalam agenda, tetapi juga yang telah kita terima, pelajari dan sepakati bersama dengan berbagai khalayak di mana ia menjadi pemimpinnya. “Kepemimpinan adalah kapasitas bagaimana seseorang menerjemahkan visi ke aksi,” kata Warren G. Bennis

Bersedia
Menjadi pemimpin masyarakat memerlukan kesediaan mengabdikan diri pada tanggungjawab yang mengacu pada kepentingan banyak orang lebih dari kepentingan diri sendiri. Tidak banyak pemimpin yang menyadari, bahwa ia dipilih bukan untuk menjadi bos yang menyetir orang lain, tetapi pemimpin yang mengarahkan, bukan menjadi bos yang mengandalkan kekuasaan tetapi pemimpin yang mengandalkan keluhuran tekad. Bukan menjadi bos yang menyuntikkan kekhawatiran, tetapi pemimpin yang mengobarkan semangat. Bukan bos yang dapat mengatakan “SAYA” tetapi pemimpin yang senantiasa mengatakan “KITA.” Bukan bos yang mengatakan “PERGILAH” tetapi pemimpin yang berkata “MARILAH.” “Ada tiga inti kepemimpinan, yaitu kerendahan hati, kejelasan dan keberanian,” kata Chan Master Fuchan Yuan.
Kesediaan menjadi pemimpin memerlukan kerendahan hati, bersedia menerima kritik, bersedia meleburkan diri pada kepentingan-kepentingan orang banyak, bersedia melakukan banyak pengorbanan, bersedia melakukan tindakan-tindakan keberanian, bersedia menanamkan nilai-nilai kejujuran, bersedia memberikan kesempatan bertumbuh kepada orang yang dipimpinnya, bersedia melakukan perubahan-perubahan untuk kehidupan lebih baik yang benar-benar diperlukan banyak orang.

Siap
Tidak ada waktu libur bagi seorang pemimpin. Kapan pun dan di mana pun berada, siapa pun yang mereka tengah hadapi, mereka senantiasa harus dalam keadaan siap memberikan tuntunan, pengarahan dan pengayoman. Pada setiap keadaan, siap memberikan asistansi yang diperlukan rakyatnya. Ia memberikan teladan setiap waktu, gerak geriknya, perilaku dan perkataanya, kebijakan dan tindakannya, menyiratkan inti kepemimpinannya; dan keberhasilannya terletak pada kesigapannya mengambil sikap bagi kebutuhan banyak orang.
Pemimpin yang baik: menambah ilmunya, meluaskan hatinya, menenteramkan massanya, menyejahterakan rakyatnya, membimbing pengikutnya, menginisiatifkan ide-ide, mengasah ketrampilan kepemimpinannya terus-menerus, menimbang dengan bijaksana segala sesuatu sebelum memutuskan, yang tidak ragu meminta maaf jika berbuat kesalahan, menghargai jerih payah orang lain, yang tahu menempatkan diri sesuai dengan kapasitas yang diembannya, dan menggunakan semua fasilitas yang diberikan kepadanya untuk melaksanakan tugas yang dijalankannya, bukan sekadar sebagai atribut sosial yang diterimanya.
Pemimpin tidak dipilih rakyatnya untuk dilayani, tetapi ia dipilih untuk melayani kepentingan rakyatnya. Tantangan seorang pemimpin adalah menjadi orang kuat tetapi tidak kasar, menjadi orang baik tetapi tidak lemah, mendalam tetapi tidak malas, bangga tetapi tidak arogan, rendah hati tetapi tidak rendah diri, humoris tetapi tidak bodoh. “Kepemimpinan adalah tindakan, bukan jabatan,” kata Donald H. McGannon.

Kerjakan!
Seorang pemimpin mengomunikasikan visi yang dimilikinya kepada para pengikutnya, merebut perhatian pengikutnya dengan intuisi optimistis tentang kemungkinan solusi yang dibutuhkan mereka. Seorang pemimpin harus realistis dan praktis, meskipun ia harus bicara dengan bahasa seorang visioner dan idealis. Ia menyetuskan agenda kerja yang dirangkumnya dari kebutuhan dan aspirasi pengikutnya, yang melihat jauh ke depan dan mampu mengendalikan keadaan sebelum berkembang menjadi persoalan.
Pemimpin yang baik bekerja dengan akal budi, hati tulus, emosi yang cerdas, cekatan, melapangkan hati dan tangan terbuka, yang terus-menerus memerbaiki kualitas interaksinya dengan orang lain. “Kunci kepemimpinan yang sukses saat ini adalah memotivasi dan mendorong dari belakang, bukan menguasai,” kata Kenneth Blanchard.(sumber; disadur dari Spiritual Leadership by DR .Cristine Fald )

You’re

You’re

Baby …..
I know how much you love me
I know how you try to understand me
I know how you spend your day without me

Baby …..
I can hear clearly what you say
I can feel deeply what you feel
I realize everything you do is just for me

Someone that you love
Someone that you need
Someone that you care so much

Someone that you’ll share happiness and sadness
Someone that you’ll make more beatiful days
Someone that you’ll live together and forever

I still remember what I said to you, sweatheart
Yes, I’ll come to you one day
To be your side
And make our dream come true.

I do love love you, Baby

Bintaro, 30 december 1999
just for the beautiful lady who I have been waiting for
By: Aryandi

Rabu, 11 Maret 2009

Perjalanan silaturahim 1 Maret 09

Sahabat, perkenankan saya menulis apa yangkami alami kemarin yang betul menguras tenaga namun alhamdulillah penuh berkah, insya ALLAH.
Pagi jam 8.30 terbangun dari tidur ba’da subuh, yang tidak merupakan kebiasaan saya di hari libur, namun terpaksa dilakukan untuk menjaga stamina yang akan saya lakukan hari ini, minggu 1 maret. Tidur ba’da subuh ini saya perlukan krn tadi malam habis main badminton dengan tetangga hingga jam 21.30, dilanjutkan bercerita dengan Yolanda dan Nova hingga jam 12 malam setelah suara sudah mulai serak baru ke pembaringan. Nenek Nova dan Yolanda baru meninggal kamis, tanggal 26 Feb 09 di bukittinggi.
Bangun tidur, saya langsung cuci motor, sementara Nova mempersiapkan segala hal tentang keberangkan untuk silaturahim keluarga besar alumni HMI koms, mulai dari pakaian dan sarapan anak-anak. Jam 9.00 teng kami berangkat dari rumah, sambil Nova titip pesan ama ibu tetangga untuk iuran kado buat tetangga yang baru pulang dari RS habis melahirkan. Dijalan pun singgah sebentar untuk beli lapis legit.
Cuaca yang lumayan panas, sementara anak2 baru habis batuk dan flu, tak jadi halangan. Dengan kwaspadaan tinggi disertai doa kami nikmati perjalanan hingga sampai di lokasi jam 10.10 WIB. Sambil menunggu ni Ola yang sudah hampir di lokasi kantor da michel, kami nikmati lapis legit yang tadi di beli. Intinya, anak2 tetap harus terisi perutnya sambil menunggu agar tak bosan. Ni Ola datang kami istrahat sejenak menunggu sahabat lainnya datang.
Tak lama berselang Arles datang, disusul dengan ni Nenny Rochyani serta anak-anaknya, 2 boys and 1 girl, serta mbaknya. Da jun, suami ni Nenny, yang juga urang kampuang ambo, ndak sempat turun dek ado urusan lo ka Senen, cari onderdil mobil, katanya. Anak-anak asyik bermain sambil melihat ikan yang ada dikolam kecil no Ola sembari melemparkan makanan kecil ke dalamnya buat ikan2 tsb.
Sementara kami mulai diskusi ringan, hingga satu hal yang membuat saya agak terkesima dengan realita yang ada tentang keberadaan kader HMI di tengah masyarakatnya. Bahwa memang kader HMI itu sangat bagus di Wisma, di kampus, di kota padang, tapi kita terhenyak ketika kenyataannya di kampung masing-masing, anak HMI tak didengar suaranya bahkan oleh wali nagari/wali jorong sendiri. Tak ada jaminan dengan jabatan ketua di badko atau pun cabang, ternyata di lingkungan dia dibesarkan, masyarakat tak mengenalnya, tidak memberi warna. Ini lah kenyataan yang ada. Mudah-mudahan isu ini tak mengena bagi adiak-adiak awak nan di MIPA. Lontaran ini menjadi cerminan tersendiri bagi kita semua.
Ditengah diskusi kami ini, Sabrina datang dengan suami, Novan dan satu dari dua putri mereka, dengan membawa donat yang langsung jadi rebutan anak-anak. Alhamdulilah, suasana makin ramai. Istirahat sholat Zuhur, diskusi pun berlanjut hingga ada keinginan untuk tetap melanjutkan kegiatan hingga, minimal tiap 3 bulan sekali, termasuk juga untuk mendata alumni Koms yang ada di jkt dsk ini. Info tambahan bahwa kanda Sofiarma Tarmizi, M Yanis, dll adalah alumni koms MIPA juga. Insya ALLAH semuanya juga sepakat untuk meningkatkan komunikasi di milis ini, sebagai motivasi juga buat adiak-adiak yang masih berproses di komisariat.
Pas jam 13.00 lewat sedikit, Sabrina dan kel. pamit karena ada arisan keluarga di rumah tantenya di daerah Jurang Mangu Indah, disusul dengan ni Nenny dan kel setelah itu. Tinggal jeje n kel, ni Ola dan Arles melanjutkan cerita ini, hingga ada keinginan untuk menciptakan keharmonisan adiak2 nan sadang berproses di PB HMI. Namun suasana mulai sedikit terganggu dengan mulai mengantuknya Imam, dia mulai rewel, dan terpaksalah pertemuan itu diakhiri.
Kurang lebih jam 13.30 kami bubar, begitu juga dengan Arles, yang selalu energik, punya wawasan dan pengalan yang luas. Ke-HMI-an beliau tak luntur, selalu penuh idealisme. Salut buat Arles. Dan kami pun berpisah.
Di tengah jalan, Nova minta istirahat sebentar untuk mampri di restotan. Makan dulu, sebelum anak-anak tertidur lagi. Kami pun singgah di RM Padang, pesan soto padang untuk Imam dan Dhila. Setelah itu kami siap meluncur pulang tanpai mampir-mampir lagi. Alhamdulillah pas azan Azhar berkumandang kami sudah dirumah lagi. Anak-anak dan saya mandi, terus sholat Azhar, si bundo Nova sudah bergerilya menghimpun dana ibu2 RT dan membeli kado ke Carefour Bintaro. Dhila dan Imam masih sempat main dengan teman-temanya, saya pun menungu kedatangan Tri Guzaini k92 yang datang dari bogor.
Tri Adalah sahabat saya sejak di kampus dulu hingga saat ini. Setelah kami bekerja di Jkt ini, rumah orang tuanya di Bogor menjadi base camp angkatan kimia 92, yang saya sudah dianggap anak sendiri oleh ibu Tri karena hampir tiap bulan main ke sana.
Dengan Tri dan keluarganya, kami pun sudah berjanji akan pergi ke Kotabumi tangerang untuak mencaliak anak Misrawati k 92 dan Gusmeri Yondra K91 (alumni HMI koms MIPA juga, aktif di intern kampus). Tunggu punya tunggu, tri pun sampai di rumah jam 19.00 WIB, mereka pun sholat, istirahat sejenak sambil makan jeruk dll, sekalian menyelesaikan tugas Nova dalam mancaliak tetangga nan habis melahirkan tadi. Belum sempat selesai acara Ibu-ibu, nova sudah izin mau berangkat dengan kami. Pas ba’da isya kami pun berangkat ke Kotabumi, tangerang.
Tak berapa lama mobil berjalan, Imampun sudah tertidur dipangkuan saya. Alhamdulillah selama perjalanan satu setengah jam lamanya kami pun sampai di rumah Gusmeri Yondra. Kami pun masih ingat bahwa mereka menikah pada 31 Desember 2000, dan selama itu pula baru sekarang dikarunia anak oleh ALLAH SWT. Luar biasa penantian sahabat kami ini dalam menunggu bayi yang sangat diharapkan kehadirannya oleh tiap pasutri. Ini lah karunia ALLAH, hak preogatif ALLAH, tak ada kuasa kita dalam hal ini. Seberapa pun usaha kita, kalo belum rezeki, ya harus sabar dan tawakal pada-Nya haruslah senantiasa terpelihara. Saya juga teringat apa yang dialami oleh saudara Arles dan Rina, yang dua putri2 mereka dipanggil oleh ALLAH ketika masih bayi. So semua kita memang seharusnya berserah diri pada ALLAH karena Dia jauh lebih tahu tentang kita, hamba ciptaannya. Dia lah yang Maha Kuasa, tak ada kuasa kita tanpa izin-Nya.
Alhamdulillah, kami pun bercerita panjang lebar sembari makan malam di rumah Menye hingga jam 10.30. Imam masih tertidur di sofa Menye ketika kami datang hingga mau pulang, bangun sebentar dan tidur lagi hingga kami sampai di rumah lagi jam 12.00 malam. Perjalanan nan luar biasa yang pernah kami lewati untuk bersilaturahim selama ini, namun semua penuh semangat. Ada kelelahan memang, tapi itu terbayarkan segera.
Entah jam berapa pula Tri dan keluarganya sampai di Bogor, paling tidak Bintaro - Bogor ada satu jam perjalanan lagi. Sudah ditawari untuk menginap diruma, besok pagi ba’da subuh baru pulang, namun beliau tidak mau, mungkin ada hal penting yang musti dilakukan Senin pagi. Maklum sahabat saya satu ini punya toko di Bogor.
Ya ALLAH, terima kasih atas kekuatan stamina yang dibungkus semangat silaturahim yang telah Engkau karuniakan pada kami. Semoga perjalanan ini menjadi ibadah disisi-Mu, ya ALLAH. Semoga silaturahim ini akan membuka pintu rezeki bagi kami dan memperpanjang usia produktif kami. Semoga persahabatan, silaturahim ini Engkau pelihara hingga ke anak cucu kami kelak. Amin
Demikian sahabat tulisan saya ini, mohon maaf bila ada yang salah dalam penyampaian. Semoga ada hikmah bagi kita semua, wassalammu’alaikum wrbw.

Sabtu, 27 September 2008

Autokritik HMI

Assalammu’alaikum wrwb alumni dan sahabat semuanya.
Sedikit flash back pengalaman saya ber-HMI,
Tahun 1992 saat tahun pertama kuliah di kampus limau manih, di Pekanbaru diadakan kongres HMI, dimana hampir setiap harinya diliputi oleh media massa nasional. Kongres ricuh dengan aksi lempar kursi saat mendengar laporan pertanggungan jawaban Ferry Mursydan Baldan.
April-Mei 1993, pemilihan ketua Himpunan Kimia, BEM dan Senat FMIPA juga ricuh.. Hampir semua yang jabatan diperebutkan oleh sesama kader HMI, saling jegal. Ricuh, saat dan pasca pemilihan.
Memasuki tahun kedua perkuliahan saya masuk HMI, dan selanjutnya sempat melihat dan merasa “Psychology effect”akibat “perang” antara Badko dan Cab Padang. Pada saat konfercab, bacaruik dan baladiang urang bagak di wisma Hang Tuah. Konfercab juga ricuh, dilanjutkan dengan KLB dan terakhir diselesaikan oleh PB. Persoalan selesai, masalah baru tercipta yakni hutang yang harus dibayar oleh para alumni akibat biaya penginapan/+ ++ team PB di hotel.
Dari rentetan kegiatan yang saya alami, saat itu sudah mulai susah untuk mengajak orang untuk aktif di HMI. Di angkatan 92, baik kimia, bio dan farmasi, para tokoh angkatan/komisaris tingkat sedikit saja tsb saja yang mau ikut.
Fenomena: Haus Kekuasaan.
Akhir 1995 ikut kongres di Surabaya yang waktu itu saya m asih sbg ketua komisariat. Intrik/fitnah tentang money politics sudah mulai saya dengar, begitu juga terhadap kru rombongan cabang Padang . Saya diyakinkan oleh Ketum Cabang dan staffnya, bahwa cabang padang tak menjual suara. Saya percaya krn dalam team tsb ada Abdul Rozak (sekarang DR dosen di UNP), urang alim dari dulu hinggo kini. Alhamdulillah, dan saya pun ikut rombongan dengan biaya sendiri, waktu itu habis terima honor sbg Asisten Labor, lebih kurang 200-anribu, tiket ANS non ACke Jkt 25ribu. Untuk pulang ke Padang , saya pisah dari Jkt, bertemu sanak famili di Jkt dan diongkosi tiket dll dg ANS AC S.E.
Fenomena: Money Politics mulai saya ketahui
Menjelang medio 1996, saya diamanahkan sbg ketua Konfercab. Dalam masa ini pun, saya m asih melihat para Alumni/Senior turun gelanggang mempengaruhi para peserta konferensi. Andaikata itu untuk kebaikan, it’s OK, sangat bermanfaat, but…. Intrik dan bahasa yang kasar pun saya terima dari senior saat itu. Entah untuk kepentingan apa, ndak tahu lah. Formatur terbentuk, saya sempat sbg ketua P.A cabang padang satu semester, tidak melanjutkan krn harus menjadi tulang punggung keluarga. Harus merantau dan bekerja.
Fenomena: Senior/Alumni ikut dalam konfercab.
Nov.. 1997, bekerja dan sering pulang ke Padang dan Riau untuk mampir ke koms, cabang Padang or Pekanbaru hingga 2001. Dan saya hingga kini pun tetap kontak dengan adiak2 mahasiswa MIPA/Unand, baik dari koms/cabang ataupun nan dari Forum Studi Islam, tak dibedakan. Ada yang datang ke rumah untuk bersilaturrahmi dan tiap pulang selalu dapat tips walau untuk pambali goreng dijalan.
Dari tuturan mereka, saya pun paham, bahwa sampai saat ini terjadi pe nur unan minat mahasiswa yang sangat drastis untuk beraktifitas di HMI. HMI tak lagi bersuara di kampus. Kader HMI menjadi kaum marjinal. Keislaman, Leadhersip Skill dan Management Training diadakan oleh FSI, termasuk juga English Community banyak di isi oleh anak-anak forum (FSI tadi). Belakangan di Kimia MIPA Unand, mahasiswa nya sanggup mengadakan Outbound Training in English. Tergeserkah peran kader di kampus????
Yang masuk ke HMI adalah orang2 yang tak terpakai di kampus, yang kualitas sangat kurang. Sangat jarang tokoh-tokoh mahasiswa ataupun komisaris tingkat yang berminat untuk ikut LK I. Sangat jarang para mantan pengurus OSIS yang masuk ke HMI. Sangat jarang mahasiswa yang ber IPK diatas 3 masuk ke HMI
Case 1: Sejak th 2000 – now saya diberi amanah untuk mengelola Beasiswa Alumni Kimia, mulai dari satu orang/tahun hingga 15 orang/semester dalam dua tahun terakhir ini, belum ada saya bertemu bahwa calon penerima itu adalah anggota HMI. What does it mean??? Asumsi saya: pertama tak ada kader HMI yang memenuhi syarat IPK-nya, kedua: tak ada lagi kader HMI di Kimia Unand, ketiga: kader HMI tak butuh beasiswa. Hal ini mungkin hampir sama ditempat lain, dugaan saya.
Case 2: Dulu koms Fdok adalah lumbung kader berkualitas, tempat berprosesnya para tokoh spt; Alm Bang Saidal B (semoga ALLAH memuliakannya) , Bang Fasli Djalal, bang HK Suhaimi, dll. Komisariat ini pernah mati, tak ada anggota sama sekali. Dihidupkan lagi, namun entah bagaimana kondisinya saat ini. Begitu juga dengan Koms FMIPA dengan tokoh spt Prof Marlis Rahman, Prof Yunazar Manjang, Prof Dayar Arbain, Elvi Sahlan Ben, dll, saat ini hampir kehilangan kader HMI-wan nya. Beberapa periode terakhir Ketum Koms.nya dipimpin oleh KOHATI.
Fenomena: Kualitas kader me nur un dan HMI makin tak berkuku di kampus
Dan terakhir kasus money politics kembali mencuat di Kongres Palembang . Penyakit dua tahunan, yang turun juga mantan Ketua/Pengurus PB HMI. Apabila setiap kongres selalu ada money politics, yang jelas-jelas ini terlarang dalam ISLAM, itu duitnya darimana??? Alumni/senior tadi dapat duit darimana??? Halal atau Haram??? Mungkin sebagian kecil yang benar2 mengeluarkan duit pribadi. Image apa yang didengar oleh orang awam, khalayak ramai???. Takut pada ALLAH itu harus senantiasa terpatri di sanubari setiap kader, apalagi yang pernah bertindak sbg instruktur. Harusnya jadi tauladan.
Maaf kalo tulisan ini tak mengenakkan buat kita semua. Tapi inilah kenyataannya, apabila kita memang cinta dengan HMI tempat kita pernah berproses, harusnya kita perbaiki bersama. Saya yakin, Prof Lafran Pane tidak bercita-cita seperti apa yang terjadi saat ini. Demikian sedikit autokritik saya tentang HMI. M asih banyak jalan untuk memperbaiki secara bertahap, kalo tidak nanti akan mati dengan sendiri. HMI hanya tinggal kenangan.
I hope: Care and Proudly is not in words only, but in action. Semoga ada pencerahan HMI di kemudian hari. Banyak maaf bila ada yang tak berkenan semoga kita bisa mengambil ikhibar.
Wassalammu’alaikum wrwb


Thursday, September 11, 2008 1:48 PM

To: mailto:forahmi@yahoogroups

Cc: mailto:kommipa_UA@yahoogroups.com